Kulihat senyum manismu
Ada cinta yang kurasa
Menyapa hati ini
Tak ingin ku menunggu
Jadikanlah aku oh cinta
Kekasih pilihan dihatimu
Kupercaya dirimu satu cintaku
Tuhan tolong aku
Aku cinta dia
Bukan salah jodoh
Dia untuk aku
Bukan yang lainnya
Satu yang kurasa
Pasti bukan salah jodoh
Bila cinta tlah bicara
Takkan ragu hati ini
Mendekat kepadamu
Tak ingin ku menunggu
Jadikanlah aku oh cinta
Kekasih pilihan dihatimu
Ku percaya dirimu satu cintaku
Cinta janganlah cepet berlalu
Disini temani hari-hariku
Berdua jalani kisah bersama
Hanya ada kamu kita
Oh tuhan-tuhan tolong aku
Katakana padanya aku cinta
Tuhan tolong aku
Katakana padanya
Aku cinta dia
Bukan salah jodoh
(Coretan pendek)
Bukan, bukan salah jodoh, bukan salah
aku atau kamu, bukan juga salah peri cinta yang membidikkan panahnya pada kita.
Aku, seorang lelaki yang telah menemukan ujung pencarian. Takdirku berhenti di plang "huruf s tercoret“ pada ujung pengembaraanku, mengarah pada sesosok perempuan. Yang telah aku yakini
saat ini untuk menemani sisa usiaku.
Takdirmu yang masih mengharuskanmu menghindar dari takdirku. Menunggu bukan hal susah aku kira. Tak masalah akan aku lakukan hingga takdir kita berada pada satu jalur yang sama.
Ini kah cinta? Cinta yang sebagian
orang bilang bisa merobohkan tembok pembatas antara harta, tahta, restu bahkan agama. Sungguh
belum pernah aku merasakan sebentuk cinta seperti ini yang lalu.
Nafasku tertahan
kala melihat indahnya bunga merekah diwajah cantikmu. Aku inginkan kamu wahai wanita
pujaanku, yakini cintaku. Yakinilah aku pantas menjadi kekasih pilihan hatimu.
Jangan
lihat aku sebagai pengemis cintamu. Aku percaya jika kamu adalah takdirku, jika
hati ini telah mampu menggerakkanmu datanglah padaku. Aku kan hanya melihatmu,
menunggumu karna hanya kamulah cintaku. Jadi, sudah kah kamu meyakini cinta yang tulus ini menjadi episode pamungkas pada kisah hidupmu.
Tuhan, katakan seberapa cinta yang
kumiliki ini begitu besar untuknya. Aku yakin kamu pun melukiskan cintamu
unkukku sebesar cintaku, tidak untuk yang lain. Hanya aku. Ku yakini itu.
Kala takdir cinta mempertemukan kita,
mungkin kau akan mempertanyakan “untuk apa? Untuk aku? Untuk kamu? Atau untuk
kita?”. Hatiku yang menuntun langkahku menuju kearahmu tak akan pernah
sedikitpun dihinggapi kata ragu.
"Akulah jawaban dari penantian
panjangmu"
Untuk kamu yang masih belum yakin pada diriku, pada cintaku, pada kesungguhanku, pada keinginanku, aku akan menunggumu.
No comments:
Post a Comment