Pages - Menu

Kamu Yang Kutunggu - Rossa feat. Afgan


Telah ku temukan yang aku impikan
Kamu yang sempurna
Segala kekurangan semua kelemahan
Kau jadikan cinta

Tanpamu ku tak bisa berjalan
Mencari cinta sejati tak ku temukan
Darimu aku bisa merasakan
Kesungguhan hati cinta yang sejati

Kamu dikirim tuhan untuk melengkapiku
Tuk jaga hatiku
Kamu hasrat terindah untuk cintaku
Takkan cemas ku percaya kamu

Karena kau jaga tulus cintamu
Ternyata kamu yang kutunggu
Segala kekurangan semua kelemahan
Kau jadikan cinta

Karena kau jaga tulus cintamu
Ternyata.. ternyata ooh
Ternyata... ooh ternyata
Ternyata kamu yang kutunggu


(Coretan pendek)

Malam hari ini indah, seindah suasana hatiku yang begitu berdebar karena ini adalah pertama kalinya kita keluar berdua. Entah aku harus bagaimana. Aku begitu ribut dengan apa yang akan aku pakai. Sungguh sial, karena aku tak membawa baju banyak kesini. Terlalu sedikit pilihan ini. Ah sudahlah aku pun putuskan pakai apaun yang ada, berharap kamu menyukainya, berharap kamu tak akan permasalahkannya, berharap kamu tak melihatku hanya dari penampilan dan style ku, berharap kamu kan menyukai segala yang ada pada diriku. Tanpa ku sadari ternyata aku melakukan hal diluar kendaliku, kenapa harus aku pikirkan itu, kenapa?.
“Sadarlah!! kamu hanya berteman dengannya.”
Dan kamu sampai didepan, entah kenapa juga aku tersenyum lebar padamu, entah kenapa hatiku berdebar kencang, entah kenapa aku merasa senang. Pertanyaan itu masih menjadi misteri untukku saat itu namun aku mencoba melakukannya senormal mungkin. Agar kamu tak tahu apa yang sedang bergejolak di dalam hati ini. Berbicara normal, tersenyum normal, tertawa normal. Namun apakah ini semacam pertahanan diriku yang inginkan kamu namun terlalu gengsi untuk mengakuinya. Atau ini semacam sikap pencitraan di depanmu. Ah entahlah aku pun tak sempat memikirkaannya ketika itu karena begitu terpana melihatmu dan entah kenapa kita begitu bergairah bercerita satu sama lain. Tak pedulikan orang disekitar kita yang mulai beranjak dari tempat duduknya, atau mereka yang baru saja datang, atau pula mereka yang mondar-mandir mengantarkan makanan. Hingga tanpa sadar waktu berlalu, malam semakin larut.
Kamu pun memberikan sebuah video, yang saat itu kamu katakana jika itu video selamat atas kelulusanku. Sepertinya kamu mempersiapkannya dengan baik, kamu bahkan memberikan earphone untuk membantuku mendengar jika melihatnya. Aku yang ketika itubertingkah bodoh, Tuhan apakah aku bisa kembali ke saat itu, saat dimana kamu pertama kali menunjukkan video itu. sepertinya itu masih menjadi penyesalanku hingga saat ini.
Respon pertama yang aku ucapka sangat sangat dan sangat tidak entahlah tidak menunjukkan jika aku seoorang perempuan manis yang sangat berterima kasih. Dan malah melontarkan pertanyaan yang mungkin terucap antara seorang laki-laki dan temannya.
“Kamu bikin pakai movie maker?”
Sepertinya seisi tempat makan itu menertawakanku, bahkan semut yang sedang berbaris berjalan melewati kita berdua, seperti barisan anak SMA memakai baju merah pun ikut tertawa sesaat setelah kata itu muncul dari multku.
Ahh.. ingin aku tarik kembali kata-kata itu, ingin kuganti dengan,
“Wah.. bagus banget.”
Sepertinya itu cukup. Atau supaya terkesan seperti perempuan manis begini,
“Terimakasih kamu sudah meluangkan waktu untuk membuat video ini, bagus banget, ini pertama kalinya aku dapat vidio dan rasanya menyenangkan”
Namun semua angan itu tak terjadi, yang lebih parah aku tak seberapa memperhatikan kata-kata yang kamu tuliskan di vidio itu malah mengajakmu ngobrol lagi. Akibatnya setelah selama 4 menit 31 detik vidio itu diputar yang terucap hanya kata terimakasih dan pujian untuk vidio bagus buatanmu. Aku tak membaca maksut niat darimu. Dan itu hanya berlalu begitu saja.
Malam itu tak berakhir disitu. Kamu ajak aku ketempat lain untuk sekedar minum. Wajahmu yang terlihat menagih jawaban padaku terus bertanya tentang banyak hal dan menjawab banyak akan pertanyaanku. Aku yang tak tahu akan hal itu dengan wajah bodohku sesekali tersenyum karena candamu.
Pukul 10:00 PM
“Sepertinya aku harus pulang.”
Wajahmu terlihat tidak puas dan terus berusaha menagih jawaban dariku dengan berkata,
“Oke, nanti lihat lagi ya vidio tadi”
Begitu bodohnya diriku ini. Sampai kapan akan terus aku pelihara.
Saling pandang, saling tersenyum, saling ucapkan selamat tinggal, karena kita tidak tahu kapan nanti akan bertemu lagi. Kami berasal dari kota yang berbeda. Dan sekarang aku sedang kembali ke kota dimana tempat aku belajar untuk diwisuda. Setelah ini tentu saja aku akan pulang. Dan dia, lelaki yang telah memikat hatiku adalah teman dari temanku namun aku sudah berteman dengannya sebelum tahu dia teman SMA dari teman satu jurusanku. Yah dia tinggal di kota itu.
Akhirnya malam itu benar-benar berakhir. Oh tidak, sesampainya ditempat temanku aku pun melihat kembali vidionya. Setelah terpana dengan sang pemberi vidio, aku pun terpana dengan vidio yang diberinya. Ternyata itu ungkapan perasaannya untukku.
Sekali lagi, begitu bodoh dan tidak pekanya diriku ini.
Mungkin ini karena aku telah lama sendiri. Sekitar lima tahun aku tak merasakan cinta. Setelah hatiku hancur karena seorang lelaki. Terlalu sulit untukku membuka hati lagi untuk orang baru. Rasanya sudah lelah jika harus terluka, menderita lagi untuk makhluk yang bahkan aku tak tahu apakah dia benar-benar mencintaiku sekarang dan nanti.
Dan sepertinya tanpa kusadari aku telah membuka hatiku untuk kamu. Aku tak tahu apa yang telah kamu lakukan untuk meluluhkan dinding besar pertahananku. Karena sejenak tadi ketika bersamamu aku merasakan kebahagiaan. Seakan aku mampu melihat kesungguhan hatimu yang tulus memberikan hatimu untukku. Dan itu tak pernah aku merasakan sebelumnya. Kamu nampak sempurna dimataku. Segala kekurangan dan kelemahan pada diriku seakan tak pedulikanmu. Kamu tahu diriku ini penuh dengan kekurangan, wajah yang biasa saja, otak yang pas-pasan, dan belum lagi sifatku yang menyebalkan. Akankah kamu mau menerima apa adanya diriku ini?.
Apa mungkin telah aku temukan cinta sejatiku, yang aku impikan selama ini, jawaban dari doa-doa yang selalu ku panjatkan seusai beribadah mengingat sang pencipta.
Aku pun minta maaf karena tak melihat vidio ungkapan perasaanmu seakan aku mengacuhkannya, tak peduli, dan bahkan terkesan aku pura-pura bodoh. Tidak , tedak pernah aku melakukannya, ini adalah satu dari sekian kekuranganku, kebodohanku.
Aku tak bisa tidur memikirkannya. Namum malam berlalu hingga pukul 3:00 AM, dini haru mataku baru bisa terpejam. Aku bangun bahagia.
Keesokan harinya, di siang menjelang sore hari tepat pada hari perayaan kemerdekaan Republik Indonesia tercinta 17 Agustus kita bertemu, udara ketika itu sangat segar entah karena suasana hati yang segar.
Kita agak kaku, mungkin karena vidio itu. Namun tetap kucoba untuk senormal mungkin. Belum juga kita lama ngobrol setelah makan kamu langsung saja menagih jawaban, aku melihatmu sepertinya kamu begitu penasaran. Dan setelah lama aku memberanikan diri akhirnya aku katakan,
“Iya.”
Sejenak kamu mengajakku pergi dari tempat itu, padahal sebelumnya kamu tak mau beranjak sebelum aku menjawabnya. Sungguh sangat aneh tingkahmu membuatku tersenyum.
Sekian hari berlalu, minggu berganti minggu. Semakin aku merasakan tulus cintamu, kesungguhan hatimu, akankah ini kan jadi cinta sejatiku?. Sepertinya aku masih kan harus menunggu jawaban dari Tuhan.

Bersambung..

No comments:

Post a Comment