Hello, it's me
I was wondering if after all these years
You'd like to meet, to go over everything
They say that time's supposed to heal you
But I ain't done much healing
“Halo, ini aku..”
Telah lama waktu
berlalu sejak kamu tinggalkan aku. Aku bertanya-tanya apakah setelah
bertahun-tahun lamanya, akankah kamu mau menemuiku. Melupakan segalanya. Semua kesalahan
dari kebodohan dan tanpa pikir. Mereka bilang harusnya waktu telah sembuhkan
luka hatimu. Kamu tahu, sepertinya mereka keliru. Hatiku tak benar-benar
sembuh, tak akan kembali seperti saat dimana kita belum bertemu.
Hello, can you hear me?
I'm in California dreaming about who we used to be
When we were younger and free
I've forgotten how it felt before the world fell at our feet
“Halo..dapatkah kamu mendengarku? Periksalah pesan suara di telponmu..”
I'm in California dreaming about who we used to be
When we were younger and free
I've forgotten how it felt before the world fell at our feet
“Halo..dapatkah kamu mendengarku? Periksalah pesan suara di telponmu..”
Kini aku berada di
tempat nan jauh darimu. Di gelapnya malam Kalifornia, dinginnya udara yang
menusuk hingga tulang-belulang melewati selimut tebalku, aku terus bermimpi. Kenangan-kenangan
indah tentang kita yang harusnya tak hanya menjadi kenangan. Aku sangat
merindukanmu, rindu tak berujung akan senyummu, candamu, matamu, hidungmu,
bibirmu, tulang selangkamu, segala kegilaanmu. Ketika muda dan kebebasan masih
menjadi harta paling berharga setelah cinta. Sepertinya aku telah lupa seperti
apa rasanya sebelum dunia bersujud di bawah kaki kita.
There's such a difference between us
And a million miles
Perbedaan begitu banyak antara kita, akan kah itu berubah menjadi tembok Berlin yang dulu sempat memisahkan dua negeri barat dan timur yang telah ditakdirkan bersatu. Namun sepertinya hujan telah memberikan surat pengunduran dirinya, dia menyerah, tak mampu lenyapkan kekecewaanmu padaku. Tak hanya itu kini jarak yang membentang ikut berkomplot dengan perbedaan untuk semakin menarik jauh hatimu dari pelukkanku.
And a million miles
Perbedaan begitu banyak antara kita, akan kah itu berubah menjadi tembok Berlin yang dulu sempat memisahkan dua negeri barat dan timur yang telah ditakdirkan bersatu. Namun sepertinya hujan telah memberikan surat pengunduran dirinya, dia menyerah, tak mampu lenyapkan kekecewaanmu padaku. Tak hanya itu kini jarak yang membentang ikut berkomplot dengan perbedaan untuk semakin menarik jauh hatimu dari pelukkanku.
Hello from the other side
I must've called a thousand times
To tell you I'm sorry, for everything that I've done
But when I call you never seem to be home
“Halo, dapatkah kamu melihatku yang begitu tersikasa?”
Ribuan kali telah
aku menekan nomer telponmu, tak tahu sudah sebanyak apa pesan suara yang ku
tinggalkan untukmu. Namun tetap kokoh kamu, masih enggan menerima permintaan
maaf dariku yang telah kamu fonis bersalah. Telepon yang tak satupun ada
jawaban. Hanya pikiran positif yang kupaksa memenuhi otakku, sepertinya kamu
tak pernah di rumah.
Hello from the outside
At least I can say that I've tried
To tell you I'm sorry, for breaking your heart
But it don't matter, it clearly doesn't tear you apart anymore
“Halo, dari jauh aku tetap mengharapkan hatimu kembali”
At least I can say that I've tried
To tell you I'm sorry, for breaking your heart
But it don't matter, it clearly doesn't tear you apart anymore
“Halo, dari jauh aku tetap mengharapkan hatimu kembali”
Setidaknya bola
terus menggeliding, waktu tetap berjalan tanpa pernah kusia-siakan sedikitpun
tanpa rasa penyesalan. Minta maaf, tanpa henti, mungkin hanya itu yang ini
mampu kulakukan. Meminta maaf kepadamu, karena telah menghancurkan hatimu dan
hati kita, hati kita yang seharusnya tak remuk berkeping-keping akibat
kesalahan bodohku. Aku rasa kini itu tak menjadi masalah. Terpampang jelas
semua itu tak lagi menyiksa hatimu.
Hello, how are you?
It's so typical of me to talk about myself, I'm sorry
I hope that you're well
Did you ever make it out of that town
Where nothing ever happened?
It's no secret
That the both of us are running out of time
“Halo, bagaimana kabarmu?”
It's so typical of me to talk about myself, I'm sorry
I hope that you're well
Did you ever make it out of that town
Where nothing ever happened?
It's no secret
That the both of us are running out of time
“Halo, bagaimana kabarmu?”
Aku masih seperti
dulu. Tetap dengan kata maaf tulus dari hatiku. Alis mata yang berkerut, kepala
tertunduk, terus berpikir, menimbang apakah kamu sudi memaafkan aku. Aku harap
kamu baik-baik saja di sana.
“Apakah kamu selalu
ke luar kota?”
Sepertinya tidak. Kamu
yang terus diam tanpa kata, tanpa kepastian. Waktu terus beranjak meninggalkan
kita. Kamu pun tahu itu.
So
Ooooohh, anymore
Ooooohh, anymore
Ooooohh, anymore
Anymore
Jadi, apa lagi yang harus aku perbuat?
Ooooohh, anymore
Ooooohh, anymore
Ooooohh, anymore
Anymore
Jadi, apa lagi yang harus aku perbuat?
Untuk maafmu.

No comments:
Post a Comment